Sabtu, Desember 13, 2008

CARA SMART MENEMBUS SNM-PTN


Saya terinspirasi ingin menulis buku ini, ketika dua bulan sebelumnya mengisi motivasi bagi siswa kelas 12 SMA di beberapa sekolah di Malang tentang “Rahasia Kekuatan Sebuah Impian”. Ketika saya bertanya kepada mereka, “Jika kamu nanti kuliah jurusan apa yang ingin kamu ambil?” Ternyata hanya sebagian kecil yang mempunyai jawaban dengan tegas. Rata-rata dari mereka masih bingung ingin kuliah di mana dan di jurusan apa. Dan ketika saya kembali bertanya kepada mereka seputar SPMB, seperti mata pelajaran apa yang diujikan, berapa jumlah soalnya, regional, strategi memilih jurusan, rata-rata mereka masih blank atau belum mengerti.

Ketika saya juga bertanya, “Pekerjaan apa yang kamu impikan lima tahun ke depan atau sepuluh tahun ke depan?” Jawaban mereka lebih memprihatinkan lagi, banyak yang mengatakan, “tidak tahu”, atau menjawab dengan jawaban umum “menjadi orang sukses”. Bahkan terkadang dengan sedikit berseloroh ada yang menjawab, “tukang parkir”. Itulah kenyataan yang terjadi, anak-anak didik kita ‘miskin’ akan motivasi dan tidak berani bermimpi.

Melalui buku ini, saya ingin memberikan inspirasi dan motivasi membangkitkan kemampuan terbaik siswa dengan inspirasi dan motivasi kepada siswa-siswa SMA untuk mempunyai goal setting dalam hidupnya mulai sekarang. Melalui proses kreatif yang saya dapatkan dari Film The Secret, Seminar Quantum Ikhlas dari Mas Nunu, Seminar Mestakung dari Bapak Prof. Dr. Yohannes Surya. Berdasarkan pengalaman saya sebagai pengajar dan konselor memilih jurusan di PTN, saya ingin berbagi strategi menembus SPMB dengan kemampuan pas-pasan. Untuk lebih memaksimalkan persiapan SPMB, banyak hal yang bisa Anda lakukan salah satunya harus punya strategi penguasaan materi dan menyelesaikan soal dengan cepat dan benar.

Untuk menjadi pemenang ‘pertempuran’ pada even nasional SNM-PTN, siswa harus tahu medan perang dan peralatan apa yang harus disiapkan. Artinya, siswa harus tahu data passing grade sebuah juruasan dan mengetahui kisi-kisi soal-soal yang sering keluar di SNM-PTN. Di buku ini disajikan dengan cukup mendetail.

Di akhir buku ini, saya sampaikan juga berbagai Perguruan Tinggi Negeri/Sekolah Kedinasan yang ada di Indonesia seperti STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara), Politeknik Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Statistik, dan masih banyak lagi.

Akhirnya, semoga buku sederhana ini mampu memberikan inspirasi dan motivasi untuk meraih sukses menembus PTN yang Anda impikan sebagai pondasi dasar untuk meraih kesuksesan masa depan sesuai impian.

Belajar adalah keharusan, sukses adalah pilihan!

MUDAHNYA BELAJAR ...KIMIA KARBON KIMIA UNSUR!


Bagi siswa program IPA yang terbiasa dengan hitung menghitung, ketika belajar materi kimia unsur dan kimia karbon biasanya menjadi kehilangan gairah. Demikian juga sebagian guru kurang menemukan metode yang cocok ketika mengajarkan kedua materi tersebut. Atas dasar itulah buku: Seri Jelajah Kimia SMA: Kimia Karbon dan Kimia Unsur ini saya susun. Dalam setiap buku ini merupakan hasil “penjelajahan” saya selama bertahun-tahun menjadi staf pengajar kimia terhadap konsep-konsep dan soal-soal kimia yang sering muncul di soal seleksi maupun evaluasi dan diringkas untuk disajikan menjadi materi kimia yang lebih asik dan fresh untuk dibaca dan dipahami.

Buku Seri Jelajah Kimia SMA ini disusun dengan konsep “minimalis” sehingga terasa easy and light untuk dipahami siapa saja. Pada seri ini terdiri atas dua topik utama yaitu Kimia Karbon dan Kimia Unsur. Materi ini sarat akan hafalan, sehingga banyak siswa kurang menyukai dan sebagian guru kesulitan metode penyampaiannya. Setiap bab disajikan menjadi tiga bagian. Bagian pertama, diawali dengan ringkasan teori dan rumus-rumus penting untuk lebih fokus terhadap pemahaman konsep penting dari materi tersebut. Bagian kedua, diberikan contoh soal-soal yang pernah keluar pada soal seleksi PTN (SPMB, UMPTN, SIPENMARU, PROYEK PERINTIS, UM-UGM) dan soal-soal evaluasi (UN, EBTANAS) serta soal-soal PENGAYAAN untuk memperkaya dan lebih menajamkan konsep yang sudah dikuasai.. Soal-soal kami susun sesuai urutan konsep serta tipe-tipenya sehingga bisa membentuk “frame” yang mudah diingat. Bagian ketiga, diberikan soal-soal latihan dengan tipe yang mirip dengan soal yang disertai pembahasan pada bagian sebelumnya dengan tujuan untuk menguji pemahaman konsep materi dan aplikasi pada soal-soal yang pernah keluar.

Ada 5 seri buku jelajah kimia yang ditulis oleh M Hasyim Ashari ini:
Seri 1 : Kimia Unsur dan Kimia Karbon
Seri 2 : Reaksi Redoks dan Elektrokimia
Seri 3 : Struktur Atom, Sistem Periodik Unsur, dan Ikatan Kimia
Seri 4 : Termokimia, Laju Reaksi, dan Kesetimbangan Kimia
Seri 5 : Stoikhiometri dan Larutan

Akhirnya, saya berharap buku ini bisa menjadi pilihan referensi dari yang terpilih bagi siswa untuk lebih jago menyelesaikan soal-soal kimia serta siapa saja yang menyukai kimia (guru, tentor, mahasiswa kimia) untuk lebih kreatif dalam mentransfer konsep-konsep kimia pada siswa dengan metode yang lebih inovatif.
Chemistry is Fun ‘n Easy!

Jumat, Desember 12, 2008

GURU JUGA BISA KAYA


Tidak salah apabila ada persepsi, “Kalau pengin kaya jangan jadi guru, karena gajinya kecil, apalagi guru tidak tetap (GTT)”. Waktu kerja yang singkat dari profesi seorang guru telah mengkonstruk watak guru kurang akan jiwa kerja keras dan kreativitas. Sehingga kebanyakan hanya terjebak pada aktivitas dalam belajar mengajar saja. Akhirnya berdampak pada kesejahteraan hidup karena pendapatan sekadar menggantung-kan gaji sebagai seorang guru.
Buku pengalaman hidup Hasyim Ashari selama menekuni profesi sebagai guru mulai dengan menjadi guru privat sejak dibangku kuliah, mengelola lembaga privat, mengajar di sekolah formal, menulis buku, dan sekarang menjadi kepala cabang di salah satu bimbingan belajar terbesar di Indonesia punya daya gugah yang kuat. Membaca buku ini akan memberikan banyak inspirasi dan motivasi untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki guru dan bagaimana mengelola waktu luang untuk mendapatkan tambahan penghasilan, bahkan mungkin lebih besar dari gaji pokok Anda sebagai guru di sekolah dengan tidak mengurangi dedikasi dan profesionalisme sebagai seorang guru.
Diawali sebuah renungan akan sindiran pedas dan lugas Iwan Fals lewat lagu Guru Oemar Bakri.
.......................................................
Oemar Bakri.. Oemar Bakri
Pegawai Negeri
Oemar Bakri.. Oemar Bakri
Empat puluh tahun mengabdi
Jadi guru jujur berbakti memang makan hati
Oemar Bakri.. Oemar Bakri
Banyak ciptakan menteri
Oemar Bakri.
Profesor, dokter, insinyur pun jadi
(Bikin otak seperti otak Habibie)
Tapi mengapa gaji guru Oemar Bakri seperti dikebiri
Sejak Iwan Fals memotret nasib guru tahun 80-an sampai sekarang, di era millenium nasib guru juga belum banyak berubah dalam status ekonominya. Kalau yang pegawai negeri sudah cukup lumayan gaji yang diterima sejak presiden Gus Dur, tetapi bagaimana dengan ratusan ribu Guru Tidak Tetap (GTT) baik di sekolah negeri maupun swasta? Apalagi sekolah yang banyak menampung anak-anak yang kurang mampu. Jangan ditanya gajinya sudah di atas UMR apa belum. Kecuali beberapa guru yang cukup beruntung mengajar di sekolah swasta ‘unggulan’ yang sudah mampu memberikan gaji yang cukup layak, karena muridnya rata-rata dari kalangan menengah ke atas.
Seandainya anggaran pendidi-kan sudah sesuai amanat UUD 1945 sebesar 20%, mungkin nasib guru dan kualitas pendidikan di Indonesia tidak seperti sekarang ini. Tapi sepertinya ini BBM (Baru Bisa Mimpi).
Pengalaman penulis yang memulai ’hidup’ dari bawah, menjadikan buku yang ditulis terasa hidup dan mengalir, layak menjadi buku penuntun bagi insan guru how to (bagaimana untuk) meningkatkan kemampuan meng-ajar dan meningkatkan taraf hidup.
Kritik penulis terhadap kebijakan pemerintah, diungkap-kan dengan cukup berani. Perubahan kurikulum yang hampir terjadi setiap pergantian menteri juga menyebabkan guru sibuk membuat perangkat mengajar tanpa diikuti perubahan metode mengajar secara signifikan seperti yang diharapkan tim pembuat kurikulum. Guru sering disuruh mengikuti sosialisasi kurikulum baru dan pelatihan membuat perangkat mengajar, tetapi begitu sampai di sekolah membuat perangkat mengajar yang ’baru’, tetapi metode mengajar tetap saja ke pola lama. Disorot juga tentang berbagai pelatihan yang diseleng-garakan depdiknas kurang disiapkan secara baik, sehingga ada kesan sekedar mencairkan dana proyek.
Dalam buku ini, penulis menguraikan siapa guru yang bisa hidup enak, hidupnya nggak susah melalui 7 kiat praktis mendapatkan penghasilan tambahan bagi guru. Secara umum ada 3 kelompok. Pertama, mereka adalah para guru yang kreatif memanfaatkan potensinya. Potensi dasar guru adalah tingginya ilmu yang dimiliki dibandingkan masyarakat lain secara umum. Namun sebagian guru tidak diimbangi dengan kemampuan mengkomuni-kasi ilmu dengan metode yang baik dan cocok untuk siswa, sebagian guru diungkapkan penulis bahkan hanya ’sekedar’ mengajar, kurang dedikasi dan mengabaikan profesionalisme sebagai guru. Seperti, kelas sering ditinggal, siswa disuruh mencatat adalah salah satu pemandangan yang masih terjadi di beberapa sekolah yang dilakukan oleh oknum guru.
Dari pengalaman mengajar di sekolah formal dan lembaga bimbingan belajar, penulis berbagi pengalaman bagaimana menjadi guru favorit dengan belajar dan mengembangkan jurus PKS (Performance, Komunikasi, Siste-matika Materi). Jika seorang guru mampu mengembangkan dan menerapkan jurus tersebut, maka status sebagai guru favorit akan di dapat.
Kedua, guru yang kreatif mengelola waktu luangnya diisi kegiatan yang produktif dengan menjadi guru privat, mengajar di bimbingan belajar, menulis buku, atau menulis di media massa.
Ketiga, guru yang berani membuat ’lompatan dalam hidup’ dengan berani berwirausaha, karena banyak jalan menjemput rezeki. Dengan keterbatasan yang dimiliki, tidak semua guru bisa mendapatkan penghasilan tambah-an dengan cara kedua tersebut, seperti guru olah raga, guru kertakes, guru sejarah. Penulis juga memberikan solusi dengan memberikan ’pancingan’ sepuluh usaha mandiri alternatif yang bisa dilakukan untuk memanfaatkan waktu luang guna memperoleh tambahan penghasilan dengan modal kecil atau tanpa modal.
Tak salah jika Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Bapak Dr. H. Shofwan, SH, M.Si memberikan pujian melalui kata pengantar buku ini.”.....merupakan karya seni yang mempunyai nilai mendidik dan menjadikan insan guru mempunyai nilai lebih melalui kiat-kiat praktis mening-katkan pendapatan, tanpa harus bergantung pada pemerintah sepenuhnya.”

Tidak Ada Siswa Yang Malas


Ujian Nasional 2009 tinggal beberapa saat saja. Beragam reaksi yang dilakukan oleh para siswa. Ada yang perlu merasa ikut bimbingan belajar atau les privat karena takut tidak lulus atau karena ingin meraih nilai terbaik. Ada yang tetap santai atau bahkan acuh tak acuh terhadap UN.

Demikian pula yang dilakukan sekolah. Ada yang memberikan jam tambahan mulai jam ke-0 (masuk mulai jam 06.00), jam tambahan sepulang sekolah senin sampai kamis. Bapak ibu guru sering mengingatkan kepada siswanya untuk terus belajar atau bahkan menakut-nakuti. Apa hasilnya? Tetap saja guru merasa belum berhasil sambil mengatakan, seandainya bibir ini bukan ciptaan Tuhan mungkin sudah jadi memble.

Lalu bagaimana?

Kita harus menyadari bahwa, "sebenarnya tidak ada siswa yang malas, yang ada adalah siswa yang belum mempunyai tujuan yang jelas akan hidupnya". Bisa jadi kita punya tujuan yang baik menyemangati siswa supaya mau belajar dengan cara yang kurang tepat, sekali dengan cara yang salah.

Kuncinya bangunlah tujuan hidupnya, buatlah mereka berani bermimpi, ya... mimpi adalah kunci. Ketika siswa mempunyai goal yang jelas akan hidupnya dan alasan yang kuat kenapa harus belajar..... maka tugas guru menjadi lebih ringan. Guru sudah tidak perlu lagi teriak, tetapi cukup berkata dengan pelan tetapi penuh cinta.

Bagaimana membuat tujuan yang baik?
Tujuan hidup yang baik.... harus jelas dan spesifik serta yakin bisa dicapai dengan batas waktu tertentu. Misalnya "aku harus diterima di jurusan Ilmu Komunikasi UGM".

Selanjutnya harus punya alasan yang kuat!
Kenapa Anda harus kuliah di UGM, kenapa harus diterima di jurusan ilmu komunikasi? Berikan alasan yang kuat:
- Betapa bahagianya bisa kuliah di UGM
- Betapa senangnya belajar ilmu komunikasi
- Betapa bahagianya orang tua saya jika saya berhasil
- Betapa senangnya kuliah di kampus terkenal, saya akan banyak ketemu dengan orang TOP
- Sebagian cita-cita menjadi seorang diplomat sudah 50% tercapai

dan...
- Betapa sedihnya tidak bisa kuliah di jurusan yang saya idamkan
- Saya mungkin akan mengulang lagi tahun depan (rugi waktu dan biaya)

Karena sel-sel primitif kita hanya dua yang diinginkan yaitu mencari nikmat dan menghindari sengsara. Segala sesuatu yang berhubungan dengan kenikmatan, maka akan dicari dan segala sesuatu yang berhubungan dengan kesengsaraan akan dihindari.

Ya... itulah pentinya tujuan. Anda adalah siswa yang luar biasa.